KANDISRAYA


AKU ADALAH…

(Ini wakil keluarga, ada buah hati yang tidak ikut bergambar)

Saya lahir pada tanggal 3 Agustus 1968 (sudah tua juga, rupanya) di pinggiran sebuah kota yang sempat dikenal dengan nama Kota Kembang, yakni Kota Bandung. Terlahir dengan nama Sudiana (thok), tetapi karena lahir di bulan Agustus maka supaya agak “keren” dan mudah diingat, di depan nama “Sudiana” dibubuhi kata “Agus” jadilah bernama lengkap Agus Sudiana.

Dalam perjalanan pendidikan yang Saya tempuh, jadilah saya seorang guru SMA, pegawai negeri sipil (sipil=kecil) dengan tugas pertama di pojok sebuah provinsi Sumatera Selatan, sekitar 320-an kilometer dari Kota Palembang. Suka duka mengajar di daerah ini tidak  cukup untuk diuraikan dalam halaman ini. Yang jelas selama 11 (sebelas) tahun saya geluti pergulatan hidup di sini, sampai akhirnya berkemantapan menjadikan salah seorang gadis desa ini menjadi pendamping hidup sampai kini (mudah-mudahan untuk selamanya, amien).

Saya mengajar Matematika.  Sebuah Mata Pelajaran yang tidak begitu disukai anak sekolah (sejujurnya, mungkin sebagian besar anak lebih menyukai “pelajaran kosong” daripada pelajaran ini).

Karena mengajar bidang ini pula yang akhirnya memberikan kesempatan bagi Saya untuk menambah wawasan, pengalaman, kecakapan, cara pandang, bahkan keinginan yang lebih tinggi untuk mendalami bidang matematika ini. Kapasitas sebagai guru matematika ini pula yang mengenalkan Saya pada “pusat diklat” terbaik di negeri ini, dan menghantarkan Saya dalam keberanian untuk belajar cara mengajar dengan baik tentang matematika.

Kelak (insya Alloh) saya akan jadikan media ini sebagai media pembelajaran baik bagi Saya maupun untuk anak-anak didik Saya.

Pengalaman pendidikan: SDN Solokanjeruk 3 Kabupaten Bandung, SMPN 1 Paseh Kabupaten Bandung, SMA Negeri Majalaya Kabupaten Bandung, Program Diploma III FMIPA ITB Bandung, dan S1 Universitas Terbuka.

Pengalaman Mengajar: SMA Negeri 1 Pulau Beringin, SMA Plus Negeri 4 OKU, Tutor DII PGSD, Tutor S1 PGSD, Fasilitator MGMP Matematika (baca: instruktur)LBB Primagama Baturaja, Privat.

Pengalaman Diklat: Diklat Tutor Daerah PGSD Provinsi, Diklat Guru Matematika Provinsi, Diklat Tutor Daerah PGSD Nasional, Diklat Instruktur Matematika Tingkat Nasional, Diklat Organisasi Menwa (Diklatsar, Dinas Staf, Suspelat), dan Diklat keormasan (Kader Golkar, AMS), workshop mata pelajaran.

Tentang kegemaran:

  • olahraga : tenismeja, sepakbola, sepak takraw, jogging (paling tidak suka: basket)
  • musik: dangdutan, lagu nostalgia (sesekali slowrock)
  • makanan : nasgor, martabak, tempoyak.  (prinsipnya, gak ada pantangan makanan)
  • minuman: kopi, soft drink
  • bacaan: koran, komik, cerita humor
  • film: action, horor
  • acara tivi: news, dangdut mania
  • tokoh: Muhammad, Al-Khowarizmi, Bung Hatta
  • aktor/aktris: Bruce Willis, Deddy Mizwar, Kristin Hakim
  • waktu senggang: mbaca, nge-net
  • berkesan : ketika diterima “lamaran”
  • paling dibenci: diungkit masa lalu.

Kontak e-mail : agoez_math@yahoo.co.id atau agoessoedyhardja@yahoo.com

SAYA TIDAK BANYAK MEMILIH
Belum terfikirkan sebelumnya kalau Saya bisa berkenalan dengan “dunia sekarang”. Saya lahir dan “belajar” besar di Kota Bandung, kemudian memulai “belajar” hidup mandiri di Sumatera Selatan.

Semua bukan sebuah pilihan, karena dari awal Saya sudah bertekad untuk tidak membanding-bandingkan atau men-sanding-sandingkan pilihan. Saya jalani apa yang ada di hadapan Saya.

Sungguh, sejak Saya taman eS-De Saya sudah tidak ambil pusing dengan sekolah mana yang akan Saya pilih. Saya “diarahkan” untuk melanjutkan studi ke “SMP Ini”, saya jalani, dan Saya “aman-aman” saja. Tamat SMP Saya ikuti belajar ke “SMA Itu”, dan Saya jalani dengan “manis”. Saya pun meneruskan studi di salah satu PTN bukan sebuah pilihan yang sulit. Bukan karena Saya kelewat Pe-De atau malah apatis dengan kelangsungan studi, melainkan Saya memang “ditakdirkan” untuk masuk PTN dengan “cara mudah”, yakni melalui jalur PMDK (?).

Usai pendidikan di PTN pun tidak dipaksa untuk repot-repot mencari kerja, karena prodi yang saya tamatkan, ternyata membekali saya dengan “Ikatan Dinas”, sehingga Saya tidak usah memilih-milih ataupun memilah-milah di mana Saya harus kerja, dengan sebuah konsekuensi “SIAP DITEMPATKAN DI MANA SAJA DI SELURUH WILAYAH REPUBLIK INDONESIA”. Jadilah Saya “terdampar” di Sumatera Selatan (tepatnya, ujung barat dari Sumatera Selatan, berbatasan dengan Bengkulu).

Tugas pertama, menjadi GURU di daerah yang sangat jauh dari “pusat kota”. Tak masalah, karena Saya memulai semuanya dengan tidak banyak memilih, yakni guru daerah yang berjarak 350-an kilo meter dari ibukota provinsi (Palembang), berjarak 150-an kilometer dari ibukota kabupaten (Baturaja), atau berjarak 70-an kilometer dari “kota kecil” Muaradua. Yeah…, namanya Pulau Beringin. Kota (tepatnya kampung/dusun/desa) yang dalam peta nusantara sangat sulit ditemukan (baca: itu duluuuu).

Tapi sekali lagi, Saya enjoy menjalani semua ini, karena Saya memulai semuanya dengan tidak banyak memilih.


Belum Ada Tanggapan sejauh ini
Tinggalkan komentar



Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>